cita atau cinta
bagi saya itu merupakan hal yang akhir-akhir ini masih jadi pertanyaan. jujur saya masih belum bisa menentukan kemana jalan saya nantinya. apakah saya akan maju sambil tutup hati dan telinga ataukah mewujudkan mimpi orang-orang yang selalu dibelakang saya walaupun ada sedikit keringat dan airmata. saya hanya ingin melakukan apa kata hati saya walupun hanya sekali seumur hidup saya. setidaknya saya tak akan menyesal karena itu pilihan saya.
kamu orang-orang yang saya sayangi. tolong....mengerti saya.
saya mencintai kalian. salah satu tujuan saya hidup adalah kalian. kalian adalah bahagia dan penyemangat diri ini. tapi saya hanya mau bebas, saya ingin melihat dunia luar..saya mau berusaha atas apa yang saya cita-citakan. walaupun saya tahu kalau nantinya saya akan gagal tapi saya akan berusaha keras sekuat saya bisa.
saya tahu. semua kalian lakukan karena kalian terlalu sayang. kalian takut saya akan terjatuh dan merasakan sakit. kalian tidak mau melihat saya menangis. tapi saya mohon jangan larang saya untuk mencoba. mencoba apa yang saya cita-citakan.
saya tidak mau ada perdebatan setiap saya akan memulai mengutarakan cita-cita saya. atau membuat kalian dengan kata-kata saya yang sedikit keras. maafkan saya...tapi saya tak pernah sekalipun berniat menyakiti kalian. bahkan saya akan marah bila ada yang memperlakukan kalian seperti itu. bagaimanapun kalian adalah lebih dari harta saya yang saya harus lindungi.
saya hanya ingin kalian dan cita-cita saya berjalan beriringan. kelak saya akan membanggakan kalian....
aku punya cerita
Jumat, 03 Oktober 2014
Minggu, 14 September 2014
KISAHKU
Dulu aku adalah siswa yang
biasa-biasa saja. Bagiku sekolah hanya formalitas karena aku hanya ingin
mendapat ijazah, Cuma ingin cepet-cepet kuliah bisa gaya-gayaan dan cepet-cepet
kerja. Ga ada suatu tujuan atau ambisi yang ingin dicapai. Semua berjalan
normal tapi lebih banyak menghabiskan waktu dengan bersenang-senang ketawa
bareng temen-temen, jalan-jalan, beli baju ya seperti itulah. Ga pernah saya
berfikir bahwa orangtua saya yang membiayai saya. Apakah mereka sanggup? Bagaimana
kerja kerasnya mereka bekerja untuk mencari nafkah soalnya sekarang baru sadar
nyari duit itu susah. Toh dulu mereka ga pernah ngeluh dan merasa sanggup ya
alhamdulilah semua tercukupi tapi saya hanya dari keluarga sederhana.
Normal kan kalau melihat temen-temen
lain yang diatas. Ya mereka yang punya hape keluaran terbaru gonta-ganti sepatu
tas atau jam tangan. Bahkan semua pun tertipu dengan gadget yang mereka bawa
bukan pada kemampuan mereka. Pada saat SD dan SMP semua berjalan indah saya
mempunyai banyak teman dan walaupun tidak pernah dapat ranking teratas ya
setidaknya saya masih rata-rata bukan terbawah. Baru memasuki SMA saya bertemu
orang-orang yang mempunyai ambisi dan berbagai pemikiran lain. Jauh dari saya
yang masih polos yang hanya menjalani apa adanya. Saya dulu pernah mengalami
penolakan dalam bersosialisasi maka tingkat percaya diri saya pada saat SMA
sangat rendah. Saya tipe yang malu-malu kalo bertemu orang baru.
Saya juga mulai mengenal tipe orang.
Mereka yang punya ambisi dan menghalalkan bentuk pencontekan, mereka yang
seperti model berjalan, mereka yang pacar adalah segalanya, atau bahkan yang
pendiam dan alim sekalipun. Disana saya mengenal perbedaan dan saling
menghargai. Seperti biasa saya adalah kalangan tengah saya bisa bergaul dengan
mereka yang diatas atau bawah. Tapi karena gengsi saya, saya lebih codong yang
ke atas sehingga saya harus berpura-pura agar sejajar dengan mereka. Saya harus
berpura-pura bisa, berpura-pura mampu walaupun bukan menjadi diri saya.itu
sangat melelahkan. Tapi saya tak pernah berubah dari dulu sampai sekarang dan
mudah-mudahan tak akan pernah berubah. Saya akan menjadi santi yang polos. Saya
tak akan berambisi kuat, saya tak akan menjatuhkan atau menyakiti orang, dengan
kemampuan ini saya akan berusaha membantu orang. Dulu teman-teman saya
membohongi orang tua dengan meninggikan harga buku demi mendapatkan uang jajan
lebih. Tapi saya tidak. jujur saya tak pernah membohongi orang tua dan tak
pernah bisa.
CINTA. Entah tapi saya tak pernah
memusingkan akan cinta. Taulah jaman SMA banyak pada saat itu yang cinta
monyet. Pacaran sana-sini, gandengan tangan atau nangis karena putus HhhHhHHh
cerita lama. Tapi saya santai-santai saja tidak punya pacar. Tolong di
garisbawahi BUKAN SAYA TIDAK LAKU tapi hanya karena perinsip saya. Toh dulu ada
beberapa yang deketin saya tapi saya menolak dengan bilang “maaf ya aku udah
punya pacar” ya padahal tidak. Saya Cuma menganggap pacaran saat SMA Cuma main-main
ga ada yang diuntungkan kalo kita kebablasan malah jadinya MODAR. Bagi saya
pacaran cinta monyet itu ribet toh ga banyak yang bertahan lama sampai nikah
kan. Saya pernah pacaran itupun karena saya kena mode ikut-ikutan dan penasaran
aja. Nyatanya ga merubah mindset saya pacaran itu ribet.
Saat mau memasuki perguruan
tinggi. Saya benar-benar tak punya tujuan mau masuk universitas mana. Saya hanya
berperinsip yang penting bisa kuliah di universitas negeri. Saya melibatkan
orangtua saya dalam mencari tempat kuliah. Mereka yang mencari, mereka yang
memilih, mereka mensuport, mereka mendoakan, dan yang pasti mereka yang
membiayai. Mereka yang menjalani oh tidak tidak kalo yang ini saya yang menjalani.
Jadilah saya mendapatkan universitas negeri tepatnya sekolah tinggi negeri. Tau
lah gimana kuliah di sekolah tinggi. Yap hidup asrama, hidup mandiri hanya ada
aku dan senior hahahha.lebay...ga gitu-gitu jg sih tapi ya emang gitu (duh
gimana sih san). Kan ada hukum tertulis, pasal 1 senior selalu benar, pasal 2
kalo senior salah balik lagi ke pasal satu (hadeeeuuuh sama aja keleus). Memang
saya masuk tempat kuliah itu bukan atas kemauan saya tapi setidaknya saya talah
mewujudkan cita-cita kedua orangtua saya.
Pada saat kuliah sama saja. Saya tak
punya ambisi lebih baik dari orang lain. Saya hanya ingin menjadi biasa saja
mengikuti arus yang penting saya bisa menjalani dan bersenang-senang. Tapi disana
saya bertemu orang-orang terbaik. karena disana saya benar-benar sayang pada
sahabat-sahabat saya. Saya benar-benar mengenal mereka seperti mengenal diri
saya sendiri. Saya tertawa dan menangis bersama mereka. Miss you all <3. Disamping
sifat saya yang tidak berubah sama-sama cuek dari dulu sampe sekarang tapi kata
ibu saya sedikit jadi dewasa dan mandiri (asik...asik). semenjak saya di asrama
saya semakin bersyukur punya keluarga, semakin sayang kedua orangtua saya. Dari
mengenal satu sama lain semakin sedikitnya saya punya angan-angan. Mulai membayangkan
ke depannya saya jadi apa. Saat itu yang saya pikirkan:
1. Saya
tidak mau bekerja di tempat yang banyak seniornya
2. Saya
mau berwirausaha
3. Saya
mau keliling indonesia
4. Saya
mau sekolah ke luar negeri
5. Saya
mau membahagiakan orang tua saya
6. Saya
mau tinggal dan kerja di kota kecil
Yap sekiranya itu yang saya pikirkan waktu itu.DAN memang
Allah tidak akan membiarkan hambanya membenci suatu hal nyatanya sekarang saya
bekerja di PUSAT otomatis saya bekerja yang seniornya paling banyak, yang kedua
saya bekerja dan tinggal di kota besar JAKARTA. Keliling indonesia hmmm....kalo
sekarang mana bisa saya kerja 5 hari seminggu. Sabtu-minggu bagi saya buat
istirahat dan ngumpul bareng keluarga. Tapi semakin kesini tekad saya malah
semakin kuat. Saya mau berhasil, saya mau hidup layak dimana saya punya waktu
untuk beribadah kepada Allah, saya bisa membahagiakan orang-orang di sekitar
saya, saya bisa berguna bagi orang lain.
Saya sadar saat ini saya masih belum mampu. Cita-cita saya
masih saya sembunyikan dalam angan-angan. Orang tua saya masih mengharapkan
saya kerja di kantoran padahal tak pernah saya berpikiran akan itu tapi saya
sangat bersyukur atas apa yang telah saya dapat. Kelak nanti saya akan
memperkejakan orang bukan diperkejakan orang. Karena saya suka bekerja dengan
bebas tidak ada jam kantor, tidak ada ruangan yang itu-itu aja, saya bisa jalan-jalan
sambil bekerja. Ya.. satu-satunya pekerjaan yang pantas adalah saya menciptakan
perusahaan sendiri. Tapi belakangan ini setiap saya mengutarakan cita-cita saya
selalu ada perdebatan. Mereka bilang saya ini macam-macam sudah dikasih enak
kerja di kantoran malah mau berhenti. Praktis saya hanya bisa sabar hingga
waktunya tepat nanti saya akan buktikan saya bisa sukses dengan berwirausaha. Dan
saya harus sukses...harus bisa.
Sabtu, 16 Agustus 2014
PMS melanda
saya sudah mulah khawatir kalo udah memasuki awal bulan..
ya tamu bulanan itu membuat saya sedikit stress. bukan...bukan tamu penting petinggi negara *kebagusan bener*.eng-ing-eng dia adalah menstruasi. tapi saya serius setidaknya membuat saya galau. contohnya kalo udah tanggal 20 an tapi si M blm dateng *saya galau. TIDAKKK!!! gue hamil apa ya?#@%&*. maklum saudara-saudara waktu pelajaran biologi saya datang terlambat jadi saya serasa bodoh. maksudnya kalo hamil kan terjadi saat melakukan pembuahan waktu sperma sama ovarium bertemu. tapi sperma mana yang bersedia bertamu di gue *garuk-garuk kepala. gue bingung*. boro-boro kaya gt pertanyaan standar aja deh (yang akhir-akhir ini saya benci bgd setiap ada yang nanya gt) San pacar lo anak mana? *...........cuma ada suara angin.hening...*. menyedihkaaannnn bukan?.
jadi kebiasaan saya kalo udah mau dateng bulan yaitu :
1. JERAWAT
saya benci jerawat. soalnya dia membuat muka saya merah-merah. serasa kotor *ada bakteri di muka gue.TIDAAAKK!!!*. saya malas sekali sama yang namanya merawat muka boro-boro pake krim pagi,siang,malem pake bedak aja udah alhamdulilah.
2. PENGEN MARAH
ya tamu bulanan itu membuat saya sedikit stress. bukan...bukan tamu penting petinggi negara *kebagusan bener*.eng-ing-eng dia adalah menstruasi. tapi saya serius setidaknya membuat saya galau. contohnya kalo udah tanggal 20 an tapi si M blm dateng *saya galau. TIDAKKK!!! gue hamil apa ya?#@%&*. maklum saudara-saudara waktu pelajaran biologi saya datang terlambat jadi saya serasa bodoh. maksudnya kalo hamil kan terjadi saat melakukan pembuahan waktu sperma sama ovarium bertemu. tapi sperma mana yang bersedia bertamu di gue *garuk-garuk kepala. gue bingung*. boro-boro kaya gt pertanyaan standar aja deh (yang akhir-akhir ini saya benci bgd setiap ada yang nanya gt) San pacar lo anak mana? *...........cuma ada suara angin.hening...*. menyedihkaaannnn bukan?.
jadi kebiasaan saya kalo udah mau dateng bulan yaitu :
1. JERAWAT
saya benci jerawat. soalnya dia membuat muka saya merah-merah. serasa kotor *ada bakteri di muka gue.TIDAAAKK!!!*. saya malas sekali sama yang namanya merawat muka boro-boro pake krim pagi,siang,malem pake bedak aja udah alhamdulilah.
2. PENGEN MARAH
saya benar-benar bingung apakah ini kebiasaan saya apa bawaan pengen M.entahlah tp saya selalu bilang ooh ini mau M sih *membela diri*. terus orang-orang yang di dekat saya yang biasanya jadi korban.hahahah saya puas.
3. BAWAANNYA MAU MAKAN TERUS
*hmm san itu mah hobi lo keleeess*. OKE no comment. SKIP
4. BADANNYA JADI PEGEL
kalo ini saya cuma bisa berdoa. Tuhann cepetan PMS nya.
udah kodrat emang PMS itu cuma dialami sama kita kaum cewek-cewek. mau lo ngeluh atau nolak seberapa keras pun itu pasti lo alamin kan. kecuali kalo mau ganti kelamin jadi cowok *gue sih ngga mau*.
cuma kadang-kadang orang kan ga mau tau mau lo PMS atau bukan. saya sih biasanya selalu kasih tau orang-orang terdekat saya kalo saya mau PMS setidaknya mereka bisa sedikit maklum.
Selasa, 08 Juli 2014
be your self fersi saya
Udah sebulan kayanya sih tepat saya kerja di *sensor nama instansi*. Ditengah kesibukaan ini *ceileh* mau nyempet-nyempetin buat ngeblog. Walaupun ngeblog lewat hape sekalipun. Daaannnn inilah kesan-kesan saya:
Hal yg paling ga suka : bangun pagi-pulang malem, lemburr *saya lebih suka kerja waktu normal*
Hal yang paling disukai : GAJIAN *itu pasti*
Hoaaammmm *ngantuk nyo ngeblog sambil merem melek*.
Susahnya bagi saya menjadi diri sendiri di dalam lingkungan baru. Bukannya saya menjadi orang lain tapi rasa enggan saya untuk menujukan saya apa adanya kepada orang yang baru saya kenal. Yahh ini juga merupakan hal terberat bagi saya dimana saya harus memaksakan diri masuk ke dalam lingkungan baru dan beradaptasi dengan orang yang sudah nyaman satu sama lain. Dimana saya harus mempelajari tingkah laku mereka, apa yang mereka suka dan tidak sehingga saya dapat perlahan masuk kedalamnya.
Butuh waktu 1 tahun bagi saya untuk mengenal dan akhirnya sekarang menjadi sahabat. Bagi saya hanya yang kenal dekatlah yang tahu siapa saya sebenernya. Yang saya cari adalah rasa nyaman saat bersamanya sehingga tanpa disadari saya akan menunjukan siapa saya sebenernya. Jujur saya adalah tipekal orang yang malas memulai duluan saya selalu mempersilahkan orang mengenal saya duluan baru saya akan mengenalnya.
Apakah saya salah ?
Orang yang baru kenal saya akan menilai saya adalah pendiam. Tapi setelah tau mereka akan bilang "apaan orang kaya gini dibilang pendiam ". Saya bisa menunjukan dua kepribadian kepada orang yang berbeda. Tapi saya sangat tersiksa jika saya bukan menjadi diri saya.
Memang saya tak perlu jadi siapa-siapa tapi yang saya inginkan ada orang yang dapat menerima diri saya apa adanya tanpa embel-embel. Saya pasti akan suka itu dan merasa nyaman.
Sabtu, 28 Juni 2014
hidup itu pilihan
Saya kadang suka bertanya-tanya
sebenernya kita menjalani hidup itu apa yang dicari. Ini cuma efek saya karena
jenuh sama rutinitas saya. Setiap hari saya menjalani hari saya berangkat jam
05.30 pulang jam 10 malam praktis saya merasa tenaga saya terkuras sistem kerja
tubuh saya yang biasanya normal sekarang udah beda. Saya jadi suka kena angin
malam. Jujur ga ada waktu sama sekali bareng keluarga apalagi bisa nonton acara
tivi kesayangan waktu dulu saya masih nganggur.
Tapi yang saya khawatirkan. Waktu
saya bercengkrama dengan tuhan , waktu
saya beribadah jadi berkurang *ya Allah jangan sampe*. Iri juga waktu liat
orang lain bisa menghabiskan malem ngumpul bareng keluarga sementara saya Cuma bisa
bilang kapan ya saya bisa kaya gitu * sambil nangis di pojokan*. Sebenernya saya
lagi berusaha belajar untuk tidak mengeluh minimal rasa cape saya (cape badan,
cape hati, dan cape pikiran) * lengkap ya san * ga saya keluarkan lewat lisan
cukup dirasakan didalam hati aja apalagi kalo dibuat jadi bahan cerita ke orang
*oh no*. Setiap otak saya ingin memulai untuk berprasangka jelek Allah selalu
memberikan gambaran rasa susah orang dan itu membuat saya menjadi lebih
bersyukur *alhamdulilah*.
Kemarin saya sempat dengar
obrolan di kantor *lebih tepatnya nguping sih sebenernya*. Katanya kenapa di
seluruh dunia masih aja ada orang miskin ya emang ga bisa dipungkiri negara
semaju amerika pun masih aja ada orang pengangguran. Karena Allah mempersilahkan
hambanya untuk berfikir. Allah memberikan pilihan apakah orang itu tetap
mempertahankan kemiskinannya apa berkembang menjani lebih baik. Dan balik lagi
kepada diri sendiri seberapa keras kita berusaha dan nantinya kita akan memetik
buah jerih payah dari usaha kita *tumben bener san*.
Dan akhirnya saya memutuskan
untuk menjadi orang yang berhasil.
Jumat, 27 Juni 2014
anak magang ceritanya
HOLLLAAAA
Akhirnya niat saya untuk bloging
lagi kesampean. Setelah 2 minggu ternyata baru sempet nulis di sela-sela waktu
saya bermalas-malasan. Saya menjalani masa kerja saya ehmmm cukup menyenangkan.
Walaupun ada beberapa hal yang sedikitnya membuat saya mengeluh tapi overall
menarik. Hari-hari saya dikantor selalu didalam ruangan di tempat duduk yang
sama dan toilet yang sama *apa sih san*. Kebiasaan baru saya akhir-akhir ini
suka banget hitung hari.
Senin : ko udah senin aja
sih..
Selasa : oh sekarang selasa
ya..
Rabu : hemm rabu..
Kamis : yes besok jumat
Jumat : akhirnya hari jumat
juga
Sabtu : yeyeyeye lalalala
Minggu : Tuhann tolong
perpanjang hari ini..
Oke fix ga penting. Saya selalu berharap akan hari sabtu minggu.
Magang itu temenannya sama mesin fotocopy *hahahaha bener banget lo *
atau temenan sama abang-abang fotocopy sama satpam kantor terus yang terakhir OB
yap itu bener sekali saudara-saudara.
Kenyataan yang saya harus terima juga bahwa betis saya tambah mirip
tales bogor. Ditambah saya baru sadar sepatu kerja saya kekecilan waktu saya
tau jempol saya sakit *menyedihkan*. Oh iya sekarang saya udah ahli tidur di
krl sambil berdiri. Saya bisa jamin saya bisa masuk ke alam mimpi dalam waktu
10 detik *hebat*.
Jumat, 13 Juni 2014
HIDUP ITU KERAS
Setelah sekian lama saya menunggu
akhirnya bisa merasakan kerja di kantor juga *hahahahahah sambil tersenyum puas *
walaupun setatus masih magang. Saya berusaha untuk menikmati semuanya menikmati
capenya, menikmati senengnya, dan menikmati bangun pagi.
Jadi begini ceritanya.
Waktu saya lulus bulan september
tahun lalu saya adalah anak imut-imut *amit-amit kali san* yang baru
tau apa itu bebas. Beneran dehh saya serasa baru keluar rumah rasanya pengen
coba kesini pengen coba kesana tapi saya malah ga mikirin disana saya dapat
apa, gimana biaya hidup saya nanti. Disamping itu saya Cuma lulusan D3 dengan
jurusan ga semua perusahaan bisa terima. Jadilah saingan saya hanya beberapa
dan itupun dari lulusan kita-kita juga. Timbulah
rasa khawatir saya bersaing dan pengen cepet-cepet kerja. Informan saya saat
itu adalah senior. Ga lama saya lulus saya dapat informasi bahwa di daerah
P---------n * sensor* dibutuhkan tenaga kerja. Tanpa pikir panjang saya langsung
cuuuusss ke sana bareng 3 orang temen saya lainnya walaupun sempet ga boleh
sama orang tua karena alesan jauh.
Tapi ternyata...... kendala yang
tidak pernah saya pikirin sebelumnya yaitu uang menjadi kendala terbesar saya
disana. Dulu sebelum saya kerja disana pikiran saya hanya yang penting saya
bisa kerja, ilmu saya berguna, dan cari pengalaman. DAN eng-ing-eng
saudara-saudara kalian perlu tau bahwa kita kan hidup ya realitis aja sih kalo
kita emang butuh uang saya emang munafik banget saat itu karena ga berpikiran
ke sana tapi malah menyulitkan diri saya. Dengan penuh pertimbangan akhirnya
kami ber 4 memutuskan balik kanan. Okeee menurut saya itu adalah keputusan
terbaik. Saya hanya bertahan 3 bulan saudara-saudara * dasar labil*. Akhirnya
mereka ke3 teman saya itu memutuskan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Awalnya
saya galau tingkat nasional di dalam menunggu tempat baru saya, saya juga harus
terima kenyataan bahwa saya adalah satu-satunya orang diangkatan saya yang
belum kerja *menyedihkan *. Selama 4 bulan saya galau di rumah karjaannya
nonton tivi-bbman-makan-bobo ciang-nonton tivi-makan-makan-makan-tidur ya
seperti itu. sambil ngurus kerjaan di tempat baru yang nyelip masuk susahnya
minta ampun. Saya pun pasrah tapi saya juga sempet mencoba melamar di swasta
dan sayapun sadar ternyata pengangguran itu dijakarta banyak sekali. Saya malah
ga pernah ngebayangin bisa bersaing sama orang-orang kuliah umum.
Baru minggu kemarin saya ada titik
cerah. Saya dipanggil di satu instansi yang saya tunggu itu. Dan saya pun kerja
disana walaupun saya harus kerja keras dulu, yaaa harus kerja keras pokoknya
tapi saya sadar selama 4 bulan saya nganggur membuat berat badan saya naik 8 kilo.
Hadeuuuh seragam kekecilan pake seragam sempit itu sesuatu deh.
Yaaa semoga semuanya menjadi lebih
baik.
Langganan:
Postingan (Atom)