aku punya cerita

Minggu, 25 Mei 2014

CINTA SENDIRI

Hari ini sudah menunjukan pukul 00.00 sayang. Detik terakhir sebelum bergantinya hari. Aku melewati malam ini hanya duduk menatap pintu dan beberapa kali kulirik jam yang tak lelahnya berdetak. Seperti malam-malam sebelumnya, kamu lupa memberitahukanku kalau kamu akan pulang malam entah apa yang kamu lakukan disana. Aku tak ingin mau tahu aku hanya butuh pengakuan dan menganggapku bahwa aku ini adalah istrimu. Tak butuh kata sayang apalagi hadiah, aku hanya ingin melihat jari manismu melingkarkan cincin pernikahan kita. Walaupun dulu tak sepenuh hati kamu mengucapkan ijab dimana kamu akan menjadi pendampingku. Orang tua kita yang menyatukan kita tetapi tidak hati kita.

Tetapi sayang, tahukah kamu dibalik rasa bangga menjadi istrimu di depan teman-temanku, ada perasaan iri saat mereka menceritakan bagaimana romantisnya suami mereka memperlakukan mereka. Tapi kamu lebih dari sekedar batu bergerak yang telah mengisi hari-hariku. Yang hanya berbicara sepatah duapatah kata hanya bila kamu meminta bantuanku. Membetulkan letak kerah kemejamu atau merapikan dasimu. Semua kulakukan hanya jika kamu memintaku tanpa kata sayang apalagi mesra. Namun walaupun bermilyar-milyar detik kulalui bersamamu tanpa balas cinta, tetap tak bisa kusembunyikan raut cemasku saat melihatmu tergolek lemas di tempat tidur.

Kuminumkan kamu dengan segelas susu hangat. Lalu dengan perlahan kubantu kamu duduk dan kusuapi kamu bubur yang telah kubuat. “ masih sakit?”kataku lembut melihat kamu yang meringis kesakitan. kamu hanya menjawab dengan menggelengkan kepalamu tanpa kata. Tanpa kata aku membantumu meminum obat yang telah kusediakan. Tak bisa kusembunyikan dari balik mataku yang ingin sekali memelukmu. Sekedar untuk berbagi penderitaan walaupun tak ada pengaruhnya bagimu. Saat tengah malam demammu tinggi kamu mengigau dalam tidurmu sayang, kuberanikan diri memelukmu walaupun kamu tak sadar itu aku.

Semua membuyarkan lamunanku saat kudengar suara mesin mobil hingga suara pintu terbuka. Aku tahu itu pasti kamu. Seperti biasa aku akan memainkan drama berpura-pura tidur dan tak sadar kamu datang. Lalu aku akan terbangun bila kamu masuk ke kamar.
“ kamu dari mana “ selalu dengan pertanyaan yang sama. Walaupun aku tahu kamu pasti dari tampat itu.
“lembur” hanya itu jawabmu.
Kamu terlihat berantakan sayang. Ditambah bau alkohol dari balik kemejamu. Dan aku hanya bisa diam sambil menatapmu dan kembali memerankan drama itu, berpura-pura aku percaya.

Kamu harus akui bahwa aku pandai sekali memerankan sandiwara.walaupun aku bukan pemain teater sekalipun. Entah sandiwara apa yang kita permainkan tapi toh mereka percaya bahwa aku adalah istri yang paling bahagia karena bisa memilikimu dan  kamu adalah suami yang paling baik dan romantis bagiku. Sering sekali aku dengar dari mereka “ kamu beruntung sekali bisa memiliki rei“. Tapi ternyata kamu lebih hebat memainkan sandiwara itu dari padaku. Aku sempat melambung sampai pada kenyataan senyummu hilang saat kita hanya berdua. Tak ada siapapun.

Sayang, anakmu yang masih ada di rahimku beberapa kali merajuk ingin adanya belai kasih dari kamu. Lalu apa yang akan kukatakan bila dia bertanya. Walaupun aku tak bisa melihat tapi aku bisa merasakan dia menangis disana. Aku sekuat tenaga berusaha untuk tidak ikut menangis dan menenangkannya dengan mengelus lembut perutku yang membuncit. Aku sadar disana dia terus berkembang dan semakin hari semakin besar. walaupun dia bukan harapanmu tapi dia satu-satunya harta yang aku punya.

Kamis, 22 Mei 2014

HIDUP DI ASRAMA ITUU.....

3 tahun cukup bagi saya mengenal bagaimana hidup di asrama. Pendidikan perguruan tinggi saya mewajibkan adanya kehidupan asrama dan sekolah berseragam ketat ( taulah maksudnya). Awalnya sempet iri sama temen-temen yang kuliah di umum. Bagaimana bebasnya mereka berganti-ganti pakaian setiap hari berwarna-warni dan bermacam rupa. Sedangkan saya hanya satu warna setiap hari BIRU itu identik dengan kami. Belom lagi peraturan yang membatasi kami berpendapat. Oke... oke... disini saya tidak akan membahas peraturan-peraturan disana. Saya akan mempersempit lagi bagaimana kehidupan saya di asrama.
seneng, sedih, lucu banyak banget kalo diceritain tiga tahun saya disana. Mungkin ANCUR lebih tepatnya bayangin disana saya bisa mengenal orang sampai pada titik tergelap dan terdalam dari yang paling dalam ( apaan sih kata-katanya ). Awalnya saya kaget dengan kehidupan asrama, saya yang tidak pernah lebih dari tiga hari meninggalkan rumah harus terbiasa hidup tanpa campur tangan orang tua. Senengnya disana lebih banyak teman-teman. Dan saya akan mambahas kebiasaan di asrama yang tidak ada dirumah.

1.       NGANTRI KAMAR MANDI
Asrama kami ditempati kurang lebih 150 kepala. Dan hanya terdapat 2 kamar mandi di masing-masing lantai jadi total ada 4 kamar mandi. Tapi di setiap kamar mandi ada 10 pintu, 5 pintu yang terdapat shower dan 5 pintu yang terdapat closet.  Sayangnya kamar mandi yang terdapat shower ini airnya suka ga keluar maka jadilah setiap di pagi hari kebiasaan kami adalah mengantri kamar mandi. Karena waktu yang disediakan untuk bersiap-siap hanya 45 menit maka kami harus mandi extra cepat ga ada yang namanya nyanyi-nyanyi apalagi merenung cari inspirasi kecuali kalo mau pintunya digedor-gedor plus triakan sewot temen-temen.  Tapi ada trik disana namanya ‘ngantri handuk’ jadi sudah jauh sebelumnya kami meletakan handuk di pintu itu tandanya bahwa kamar mandi itu sudah di antriin sama yang punya handuk. Walaupun ada orang yang mengantri di depan kamar mandi tapi tetap saja bokingan handuk yang harus di dahulukan ( yah tetep kebiasaan indonesia yah ). Waktu tingkat satu untuk mengefesienkan waktu saya sering mandi satu kamar mandi bertiga hahahaha. lucu kalo inget itu.

2.       MASAK MIE PAKE HITTER
Di asrama memang tidak ada yang namanya kompor maka kami menyiasatinya dengan HITTER. Hitter adalah alat ajaib karena menolong kami-kami yang kelaparan...hahahaha.  karena untuk makan hanya terdapat makan pagi, siang, malam dan itupun mewajibkan kami pergi ke ruang makan memakai seragam (yang ketat itu) belom lagi kami harus berbaris sebelumnya. Maka bentuk kebiasan ilegal kami adalah tidak ikut makan yang bisa dilakukan kalo udah jadi senior    ( cie senioritas ) terus ujung-ujungnya malah kelaparan dikamar dan hitter adalah penolongnya. Yah hampir setiap kamar punya hitter. tapi selain masak mie hiter juga bisa di pakai buat bikin ager-ager, minuman ngangetin makanan yang berkuah. Hitter di asrama memang the best dan alat serba guna. Terima kasih hitter karena telah menolong kami..berkat hitter kami tidak kelaparan lagi ( iklan ala tong fang ).

3.       ADA MAKANAN MAKA ADA KATA “BAGI DONG”
Memang menyedihkan. Kami adalah orang-orang yang lapar akan makanan. Dimana ada makanan maka naluri kami tergerak menuju pusat pasokan makanan. Ga peduli sebenernya si empunya kamar mempersilahkan kami masuk atau tidak, tamu diundang atau tidak, ikhlas atau tidak (kebanyakan ga ikhlas :P) tapi kami harus merelakan kepada mulut-mulut itu. Senengnya semua dilakukan bareng-bareng kaya selogan ‘makan ga makan yang penting ngumpul’.

4.       TRADISI ULANG TAHUN
Sudah bukan rahasia umum kalo ulang tahun itu harus dirayakan. Ga mesti kasih kado atau kue ulang tahun sih yang jelas tujuannya membuat yang ulang tahun TERSIKSA. Banyak banget tingkahnya mulai dari muka di maskerin semir sepatu sampai disiram air campur-campur yang baunya minta ampun (iuchhh). Pastinya memang selalu berisik dan mengganggu orang tidur karena dilakukan tengah malem. Makannya sebisa mungkin hari ulang tahun ga ada orang yang tahu tp ujung-ujungnya ketahuan juga.

5.       TIADA HARI TANPA NGEGOSIP
Tetep lah ya mulut cewek tiada hari tanpa ngegosip. Walaupun yang digosipin temen di kamar sebelah atau temen kamar sendiri. Gosip di asrama selalu menyebar lebih cepat di bandingkan fakta itu sendiri. Kadang selalu beda versi dari setiap cerita tergantung dari mulut mana gosipnya nyebar...hahah. dimana ada satu kamar yang berkumpul lebih dari 5 orang maka disitulah kami semua berkumpul menjadi 49. Bayangin 49 kepala berkumpul di satu kamar yang besarnya 3x4 dan semuanya abnormal punya keturunan stress. Mending tepuk jidat atau ngelus dada aja deh.

Itu adalah kehidupan asrama yang pernah saya alamin. Yah walaupun ga semuanya kaya gitu beda tempat beda cerita sih. Over all semuanya menyenangkan lumayan bisa buat senyum-senyum kalo di kenang. Tapi kalau di tanya “mau ke masa itu lagi ga?” maka dengan tegas saya jawab “tidakkk!!...terima kasih”. Tapi lain hal kalau di tanya “mau ketemu lagi ngumpul-ngumpul sama orang disana ga?” dan dengan lantang saya menjawab “yaa!!!....mau banget”. Karena saya pribadi sih merasa selama 3 tahun bareng-bareng satu serambi ketemu orang itu-itu aja. Bangun tidur liat dia mau tidur liat dia (walaupun eneg yah dia lagi dia lagi) mau ga mau kita jadi tahu kebiasaan setiap orang.

NB : kangen kalian taruni-taruni angkatan 32. Kumpulan orang-orang sarap .kangen kapan bisa kumpul-kumpul lagi ya...