3 tahun cukup bagi saya mengenal
bagaimana hidup di asrama. Pendidikan perguruan tinggi saya mewajibkan adanya
kehidupan asrama dan sekolah berseragam ketat ( taulah maksudnya). Awalnya sempet
iri sama temen-temen yang kuliah di umum. Bagaimana bebasnya mereka
berganti-ganti pakaian setiap hari berwarna-warni dan bermacam rupa. Sedangkan saya
hanya satu warna setiap hari BIRU itu identik dengan kami. Belom lagi peraturan
yang membatasi kami berpendapat. Oke... oke... disini saya tidak akan membahas
peraturan-peraturan disana. Saya akan mempersempit lagi bagaimana kehidupan
saya di asrama.
seneng, sedih, lucu banyak banget
kalo diceritain tiga tahun saya disana. Mungkin ANCUR lebih tepatnya bayangin
disana saya bisa mengenal orang sampai pada titik tergelap dan terdalam dari
yang paling dalam ( apaan sih kata-katanya ). Awalnya saya kaget dengan
kehidupan asrama, saya yang tidak pernah lebih dari tiga hari meninggalkan
rumah harus terbiasa hidup tanpa campur tangan orang tua. Senengnya disana
lebih banyak teman-teman. Dan saya akan mambahas kebiasaan di asrama yang tidak
ada dirumah.
1.
NGANTRI KAMAR MANDI
Asrama kami ditempati kurang lebih 150 kepala. Dan hanya
terdapat 2 kamar mandi di masing-masing lantai jadi total ada 4 kamar mandi. Tapi
di setiap kamar mandi ada 10 pintu, 5 pintu yang terdapat shower dan 5 pintu
yang terdapat closet. Sayangnya kamar
mandi yang terdapat shower ini airnya suka ga keluar maka jadilah setiap di
pagi hari kebiasaan kami adalah mengantri kamar mandi. Karena waktu yang
disediakan untuk bersiap-siap hanya 45 menit maka kami harus mandi extra cepat
ga ada yang namanya nyanyi-nyanyi apalagi merenung cari inspirasi kecuali kalo
mau pintunya digedor-gedor plus triakan sewot temen-temen. Tapi ada trik disana namanya ‘ngantri handuk’
jadi sudah jauh sebelumnya kami meletakan handuk di pintu itu tandanya bahwa
kamar mandi itu sudah di antriin sama yang punya handuk. Walaupun ada orang
yang mengantri di depan kamar mandi tapi tetap saja bokingan handuk yang harus
di dahulukan ( yah tetep kebiasaan indonesia yah ). Waktu tingkat satu untuk
mengefesienkan waktu saya sering mandi satu kamar mandi bertiga hahahaha. lucu kalo
inget itu.
2.
MASAK MIE PAKE HITTER
Di asrama memang tidak ada yang namanya kompor maka
kami menyiasatinya dengan HITTER. Hitter adalah alat ajaib karena menolong
kami-kami yang kelaparan...hahahaha.
karena untuk makan hanya terdapat makan pagi, siang, malam dan itupun
mewajibkan kami pergi ke ruang makan memakai seragam (yang ketat itu) belom
lagi kami harus berbaris sebelumnya. Maka bentuk kebiasan ilegal kami adalah
tidak ikut makan yang bisa dilakukan kalo udah jadi senior ( cie
senioritas ) terus ujung-ujungnya malah kelaparan dikamar dan hitter adalah
penolongnya. Yah hampir setiap kamar punya hitter. tapi selain masak mie hiter
juga bisa di pakai buat bikin ager-ager, minuman ngangetin makanan yang berkuah.
Hitter di asrama memang the best dan alat serba guna. Terima kasih hitter
karena telah menolong kami..berkat hitter kami tidak kelaparan lagi ( iklan ala
tong fang ).
3.
ADA MAKANAN MAKA ADA KATA “BAGI DONG”
Memang menyedihkan. Kami adalah orang-orang yang lapar
akan makanan. Dimana ada makanan maka naluri kami tergerak menuju pusat pasokan
makanan. Ga peduli sebenernya si empunya kamar mempersilahkan kami masuk atau
tidak, tamu diundang atau tidak, ikhlas atau tidak (kebanyakan ga ikhlas :P)
tapi kami harus merelakan kepada mulut-mulut itu. Senengnya semua dilakukan
bareng-bareng kaya selogan ‘makan ga makan yang penting ngumpul’.
4.
TRADISI ULANG TAHUN
Sudah bukan rahasia umum kalo ulang tahun itu harus
dirayakan. Ga mesti kasih kado atau kue ulang tahun sih yang jelas tujuannya
membuat yang ulang tahun TERSIKSA. Banyak banget tingkahnya mulai dari muka di
maskerin semir sepatu sampai disiram air campur-campur yang baunya minta ampun
(iuchhh). Pastinya memang selalu berisik dan mengganggu orang tidur karena
dilakukan tengah malem. Makannya sebisa mungkin hari ulang tahun ga ada orang
yang tahu tp ujung-ujungnya ketahuan juga.
5.
TIADA HARI TANPA NGEGOSIP
Tetep lah ya mulut cewek tiada hari tanpa ngegosip. Walaupun
yang digosipin temen di kamar sebelah atau temen kamar sendiri. Gosip di asrama
selalu menyebar lebih cepat di bandingkan fakta itu sendiri. Kadang selalu beda
versi dari setiap cerita tergantung dari mulut mana gosipnya nyebar...hahah.
dimana ada satu kamar yang berkumpul lebih dari 5 orang maka disitulah kami
semua berkumpul menjadi 49. Bayangin 49 kepala berkumpul di satu kamar yang
besarnya 3x4 dan semuanya abnormal punya keturunan stress. Mending tepuk jidat
atau ngelus dada aja deh.
Itu adalah kehidupan asrama yang
pernah saya alamin. Yah walaupun ga semuanya kaya gitu beda tempat beda cerita
sih. Over all semuanya menyenangkan lumayan bisa buat senyum-senyum kalo di
kenang. Tapi kalau di tanya “mau ke masa itu lagi ga?” maka dengan tegas saya
jawab “tidakkk!!...terima kasih”. Tapi lain hal kalau di tanya “mau ketemu lagi
ngumpul-ngumpul sama orang disana ga?” dan dengan lantang saya menjawab “yaa!!!....mau
banget”. Karena saya pribadi sih merasa selama 3 tahun bareng-bareng satu
serambi ketemu orang itu-itu aja. Bangun tidur liat dia mau tidur liat dia
(walaupun eneg yah dia lagi dia lagi) mau ga mau kita jadi tahu kebiasaan
setiap orang.
NB : kangen kalian taruni-taruni angkatan 32. Kumpulan orang-orang
sarap .kangen kapan bisa kumpul-kumpul lagi ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar